Skip to Content
Loading
Admin Spensasi
Admin Spensasi
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Spensasi Bentuk Tim dan Matangkan Strategi Lomba Sekolah Prakarsa 2026

 

Sirampog — Dalam rangka memperkuat penguatan ketahanan pangan, pengembangan kewirausahaan, kepedulian lingkungan, serta edukasi pengendalian inflasi di lingkungan satuan pendidikan, SMP Negeri 1 Sirampog bergerak cepat. Sekolah secara resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah Nomor: 400.3.5.4/2060/IX/2026 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Lomba Implementasi Sekolah Prakarsa Tahun 2026.(15/9)


Langkah strategis ini diambil sebagai persiapan matang untuk mengikuti ajang bergengsi Lomba Implementasi Sekolah Prakarsa Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal. Ajang ini mengusung tema besar "Sekolah Produktif, Pangan Inovatif, Lingkungan Asri" yang diperuntukkan bagi satuan pendidikan tingkat SD/MI dan SMP/MTs sederajat di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.

Pengorganisasian Terpadu dan Pembagian Tugas yang Jelas

Rapat pembentukan tim yang dipimpin langsung oleh Kepala SMP Negeri 1 Sirampog, Drs. Rudiyanto, menetapkan struktur kepengurusan yang melibatkan unsur pimpinan, dewan guru, tenaga kependidikan, hingga perwakilan peserta didik (OSIS, Pramuka, dan PMR).

Dalam susunan tim tersebut, Khoerul Muzaqky, S.Pd. dipercaya sebagai Ketua Tim, didampingi oleh Muhammad Safiq Setiawan, S.Pd. sebagai Wakil Ketua, Heri Siswanto, S.Pd. sebagai Sekretaris, serta Dian Aulia Muamalah, S.Pd. sebagai Bendahara. Selain itu, dibentuk pula berbagai bidang koordinator khusus, mulai dari Koordinator Perencanaan, Ketahanan Pangan dan Budidaya, Lingkungan Ramah Lingkungan, Pengolahan Produk dan Kewirausahaan, Panen Karya dan Market Day, Edukasi dan Publikasi, Dokumentasi, hingga Monitoring dan Evaluasi Internal.

Kepala SMP Negeri 1 Sirampog, Drs. Rudiyanto, menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah dalam ajang ini bukan sekadar mengikuti lomba kebun sekolah biasa, melainkan membangun sebuah ekosistem pembelajaran yang komprehensif.

"Kami ingin menjadikan SMP Negeri 1 Sirampog sebagai sekolah yang produktif. Melalui program payung Sekolah Prakarsa, kami mengintegrasikan pemanfaatan lahan, budidaya pangan, pengolahan limbah organik menjadi pupuk, penciptaan produk bernilai tambah, hingga edukasi konsumsi bijak dan pengendalian inflasi bagi peserta didik," ujar Drs. Rudiyanto.



Mengusung Konsep "Empat Mesin Nilai" dan Master Plan Terstruktur

Mengacu pada panduan dan master strategi lomba, SMP Negeri 1 Sirampog tidak berjalan tanpa arah. Tim telah merancang arsitektur program yang berfokus pada empat komponen utama penilaian penyisihan, yaitu:

  1. Perencanaan & Implementasi (25%)

  2. Ketahanan Pangan & Lingkungan (35%)

  3. Kreativitas & Inovasi (25%)

  4. Dampak & Keberlanjutan (15%)

Rangkaian kegiatan akan dimulai secara resmi pada fase implementasi mulai 18 September hingga 8 November 2026, yang kemudian akan bermuara pada puncak kegiatan Panen Karya dan Market Day pada 9–12 November 2026. Puncak acara ini akan menampilkan pameran produk olahan pangan hasil karya siswa, bazar kewirausahaan, serta implementasi sirkular ekonomi melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan pestisida alami di lingkungan sekolah.

Siap Hadapi Penilaian Menyeluruh

Dengan terbentuknya Tim Pelaksana ini, seluruh warga sekolah berkomitmen untuk menghadirkan bukti dukung yang autentik, terukur, dan berbasis data—mulai dari logbook budidaya, data kuantitatif hasil panen, resep dan SOP pengolahan produk, hingga modul edukasi inflasi bagi siswa.

Tim optimis bahwa persiapan sistematis yang melibatkan sinergi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa ini mampu membawa SMP Negeri 1 Sirampog meraih hasil yang optimal serta memberikan dampak edukatif yang berkelanjutan bagi pembentukan karakter peserta didik.

Berbagi

Postingan Terkait

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?